Pemerintah Belum Wajibkan Masker

Kasus Covid Naik Lagi Jelang Liburan Nataru

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka – Kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski begitu, Pemerintah belum berencana mewajibkan kembali masyarakat menggunakan masker.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, secara umum penularan masih dalam kondisi terkendali. “Belum sampai ke sana. Ini selalu diikuti dan dia­mati oleh Menteri Kesehatan (Menkes) dan jajaran,” kata Jokowi usai meninjau Proyek MRT Jakarta Fase 2, di Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (15/12/2023).

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 makin masif, eks Wali Kota Solo ini mengaku telah memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gu­nadi Sadikin untuk menga­mati perkembangan Covid-19 di Indonesia.

“Saya sudah memerintahkan kepada Menkes untuk diikuti dan diamati betul secara detail perkembangannya seperti apa. Sampai sekarang dari laporan Menkes menyampaikan masih dalam kondisi baik,” bebernya.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melapor­kan situasi Covid-19 di Indone­sia mengalami tren peningkatan, terutama pada 21 provinsi dalam kurun beberapa pekan terakhir.

Provinsi yang mengalami tren peningkatan kasus yakni, Banten, Yogyakarta, DKI Ja­karta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Situasi yang sama juga dilaporkan dari Kepulauan Riau, Lampung, NTT, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Total jumlah kasus aktif Covid-19 hingga 14 Desember 2023 ber­jumlah 1.499 kasus.

Budi Gunadi mengaku telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi lonjakan ka­sus Covid-19 di musim Nataru.

Pertama, persiapan meliputi SDM hingga strategi menemu­kan asal usul pandemi.

“Disiapkan orangnya dulu dimulai dari Tenaga Cadangan Kesehatan dari perawat hingga dokter,”

Kedua, alat-alat kesehatan ha­rus bagus dan terkini. Misalnya, terkait surveilans atau radarnya dengan PCR lab dan genome sequence di 34 provinsi untuk mengetahui jenis patogennya, dan perlu juga dipersiapkan vaksinnya.

Ketiga, yakni melacak asal pandemi. Budi Gunadi menjelas­kan, semua pandemi berasal dari loncat patogen dari hewan seperti bird flu alias flu burung dari unggas, blackdeath dari tikus, dan Covid-19, yang diduga dari kelelawar.

“Kita petakan 10 patogen he­wan yang berpotensi loncat ke manusia. Dengan begitu maka bisa dilihat obatnya apa dan vak­sinnya apa jika patogennya sudah terpetakan,” jelas mantan Direk­tur Utama Bank Mandiri ini.

Soal penggunaan masker, eks Wakil Menteri BUMN ini me­mastikan, belum ada kewajiban terkait penggunaanya.

Namun, ia mengimbau ma­syarakat yang sakit seperti flu, batuk, dan pilek untuk memakai masker.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, semua peraturan di angkutan umum masih bersifat imbauan dan belum ada protokol khusus yang men­jadi kewajiban bagi para pelaku perjalanan.

Untuk isu-isu kesehatan, Kemenhub akan merujuk pada Kemenkes atau leading sector.

“Sampai saat ini belum ada protokol baru untuk pelaku perjalanan masih yang ada seka­rang, jadi sifatnya masih im­bauan,” ungkapnya.

Namun, kata Adita, Kemen­hub mengimbau untuk tetap menggunakan masker ketika bepergian.https://berikanlah.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*