Prabowo Sebut Utang RI Aman, Lebih Baik Dibanding Tetangga?

Jakarta, CNBC Indonesia – Utang menjadi momok bagi sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia. Kendati secara nominal utang Indonesia relatif mengalami kenaikan, tetapi secara rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam tahap wajar dan normal. Rasio utang Indonesia bahkan terbilang rendah dibandingkan negara lain.

Persoalan utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu isu panas yang dibahas dalam debat calon presiden (capres), Minggu (7/1/2024). Dalam debat, capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menyebut bahwa rasio utang 50% Produk Domestik Bruto (PDB) tidak menjadi masalah yang signifikan. Hal itu menanggapi pernyataan Capres nomor urut 1, Anies Baswedan.

“Kita bisa sampai 50% nggak masalah, kita tidak pernah default, kita dihormati di dunia,” ujarnya dalam debat capres ketiga di Istora Senayan, Jakarta.

Adapun, utang pemerintah saat ini telah mencapai Rp8.041 triliun per November 2023 atau sekitar 38,11% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Posisi rasio utang Indonesia tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan pada 2022 dan 2021 yang masing-masing berada di kisaran 38,65% dan 41%. Bahkan rasio utang terhadap PDB per November tersebut merupakan yang terendah sejak 2019.

Lebih lanjut, rasio tersebut masih dikatakan normal dan sesuai dalam UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pemerintah menetapkan batas rasio utang terhadap PDB maksimal 60%.

Prabowo menyebut dirinya tidak mengkhawatirkan utang Indonesia karena menjadi salah satu negara yang paling dihormati oleh negara lain. Bahkan utamanya, ia menekankan, Indonesia tidak pernah mengalami default.

“Saya keliling seluruh dunia mereka sangat hormat dengan Indonesia kita tidak pernah gagal hutang saya sangat optimis tapi kembali kita harus punya kekuatan pertahanan yang kuat supaya tidak bisa intervensi tidak bisa digertak tidak bisa diintimidasi,” ujarnya.

Sementara negara lainnya seperti Jepang memiliki rasio utang terhadap PDB yang jauh lebih tinggi dari Indonesia bahkan lebih dari 200%.

Data International Monetary Fund (IMF) menunjukkan Jepang memang masih menjadi negara dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia.

Rasio utang terhadap PDB Jepang mencapai 226,4% terhadap PDB atau setara dengan 1.270 triliun yen per Maret 2023 (US$ 9,57 triliun). 

Meskipun rasio utang pemerintah Jepang besar tetapi investor dalam negeri menguasai kepemilikan utang Negara Sakura sehingga relatif aman dari guncangan eksternal. Pemegang terbesar adalah bank sentral Jepang (BoJ) yang menguasai 53,34% utang pemerintah. Warga Jepang juga menjadi salah satu pemegang besar dalam surat utang pemerintah.

Sedangkan untuk negara Paman Sam, rasio utang terhadap PDB juga jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia meskipun masih di bawah Jepang.

Amerika Serikat (AS) memiliki utang mencapai US$33 triliun (lebih dari Rp500.000 triliun). Jumlah utang Negeri Paman Sam telah meningkat pesat lebih dari 89% sejak awal pandemi.

Saat ini, rasio utang AS telah lebih dari 100%. Artinya batas utang tersebut sudah dicapai, dan Kementerian Keuangan AS tidak bisa lagi menerbitkan obligasi untuk membiayai belanja.

Dari tahun ke tahun, jumlah utang Negara Adikuasa memang terus meningkat, disebabkan defisit fiskal yang terus membengkak, dan semakin terakselerasi memasuki abad 21. AS juga tercatat sebagai negara dengan utang terbanyak di dunia.

Bicara tentang utang pemerintah AS, khususnya obligasi atau surat utang alias US Treasury, negara kreditor yang paling besar saat ini masih dipegang oleh Jepang dan China, berdasarkan data dari Departemen Keuangan AS (Department of Treasury).

Kendati utangnya membengkak, AS adalah negara penerbit dolar AS sehingga sangat menguntungkan AS. Dolar AS merupakan mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan. Porsi dolar AS dalam cadangan devisa global juga menembus 59% pada Desember 2023. 

Dengan memiliki dolar AS maka Negara Paman Sam tidak pernah kekurangan peminat pembeli US Treasury.

Sementara iu, negara-negara tetangga ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina rata-rata memiliki rasio utang terhadap PDB sekitar 60%. Rasio tertinggi dicatat Singapura yakni sekitar 168%. https://repositoryku.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*