Kahiyang Jadi Korban Body-Shaming, Sekarang Turun BB 30 Kilo

Jakarta, CNBC Indonesia – Putri Joko Widodo dan Iriana, Kahiyang Ayu, ternyata pernah jadi korban body shaming karena bobot tubuhnya yang dianggap tidak ideal. Sempat tak mau pusing dengan komentar orang, Kahiyang akhirnya memutuskan untuk diet ketat sampai akhirnya sukses menurunkan berat badannya sebanyak 30 kg.

Melalui akun Instagram pribadinya (@ayanggkahiyang), Kahiyang mengunggah foto yang menunjukkan penampilan diri berbeda dengan tubuh rampingnya. Dalam unggahan tersebut, istri Bobby Nasution mengatakan bahwa ini adalah “prestasi dalam hidup”.

“Kalau ditanya, di tahun 2023 apa yang tercapai? Jawabannya berhasil diet! Sudah turun berapa kg emangnya? Alhamdulillah sudah turun 30 kg (sebuah prestasi dalam hidup),” tulis Kahiyang, dikutip Senin (8/1/2024).

“Kenapa akhirnya diet? Menepati sebuah janji buat diet dan karena sudah capek aja kena hina (sama yang kenal dan enggak kenal sekalipun) gara-gara badan gemoy,” kata ibu tiga anak tersebut.

Dalam unggahan yang sama, anak Presiden RI berusia 32 tahun ini mengaku tidak mengalami kesulitan untuk diet. Menurutnya, hal tersulit untuk diet adalah mengumpulkan niat dan konsisten.

“Kalau ditanya, dietnya susah enggak? Jawabannya sih, enggak. Yang susah itu nyari niat buat diet dan konsisten buat diet. Aku butuh 5 tahun buat mencari niat,” ucapnya sambil membubuhkan emoji tertawa.

Hingga saat ini, Kahiyang belum mengungkapkan rahasia dan cara dietnya meskipun para warganet telah berkomentar agar Kahiyang ‘spill’ cara diet. Namun istri Wali Kota Medan itu menyebutkan bahwa dia masih mengonsumsi mi instan.

Diet paling efektif menurut sains

Ada banyak metode diet yang dipercaya efektif menurunkan berat badan, mulai dari diet karbo, diet rendah lemak, diet keto, hingga diet vegan. Namun, dari banyaknya metode diet tersebut, manakah yang terbukti efektif menurut sains?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Dr. David Katz dan Stephanie Meller dari Yale University melakukan penelitian yang telah dipublikasikan dalam paper berjudul “Can We Say What Diet Is Best for Health?”

Dalam penelitian tersebut, mereka membandingkan sejumlah metode diet: diet rendah karbohidrat, diet rendah lemak, diet rendah gula, diet Mediterania, diet campuran/seimbang (DASH), diet paleolitik, diet vegan, dan elemen diet lainnya.

Hasilnya, Katz dan Meller menyimpulkan bahwa tidak ada satu pun metode diet yang paling berhasil, namun mereka menemukan ada elemen umum dalam pola makan yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Elemen tersebut adalah hanya mengonsumsi makanan segar, bukan makanan olahan atau siap saji.

“Diet makanan yang dekat dengan alam, terutama sayur dan buah, sangat terkait dengan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit,” ujar Katz, dikutip The Atlantic. https://berdasarkanapa.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*