BMRI ATH Lagi di Rp 6.600, Saham Bank Jumbo Lain Ngikut?

Jakarta, CNBC Indonesia – Empat saham perbankan raksasa terpantau sempat kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) intraday-nya pada perdagangan sesi I Senin (8/1/2023).

Pada perdagangan sesi I pukul 10:45 WIB, penguatan keempat saham bank raksasa cenderung terpangkas, setelah sempat menyentuh ATH intraday­-nya di awal sesi I hari ini.

Berikut pergerakan enam saham bank raksasa pada sesi I hari ini pukul 10:45 WIB

EmitenKode SahamHarga TerakhirPerubahan Harga
Bank Mandiri (Persero)BMRI6.5752,33%
Bank Negara Indonesia (Persero)BBNI5.6000,45%
Bank Rakyat Indonesia (Persero)BBRI5.7750,43%
Bank Central AsiaBBCA9.5500,00%

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham bank raksasa yang penguatannya paling besar di sesi I hari ini yakni melonjak 2,33% ke posisi Rp 6.575/unit. Bahkan, saham BMRI juga sempat mencetak all time high (ATH) terbarunya di Rp 6.600/unit sekitar beberapa menit setelah pembukaan sesi I

Tak hanya BMRI, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga sempat menyentuh ATH intraday-nya di Rp 5.650/unit beberapa menit setelah pembukaan sesi I. Namun selang sekitar satu jam, penguatan BBNI cenderung terpangkas dan kini hanya menguat 0,45% ke posisi Rp 5.600.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga sempat menyentuh ATH intraday barunya di Rp 5.800/unit pada awal sesi I hari ini. Begitu juga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sempat menyentuh ATH barunya di Rp 9.625/unit sekitar pukul 09:30 WIB.

Namun seperti halnya BMRI dan BBNI, penguatan saham BBRI dan BBCA juga cenderung terpangkas sekitar satu jam kemudian. Bahkan, saham BBCA pun sudah mulai terkoreksi.

Bergairahnya kembali saham-saham bank jumbo terjadi di tengah prospeknya yang cenderung cerah di 2024. Dimulai dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dinilai akan menerima manfaat dari proyeksi penurunan suku bunga acuan pada 2024.

Sedangkan BMRI akan terdorong oleh kinerja anak usahanya. Sementara untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan akan berada pada jalur yang tepat untuk meraih pertumbuhan pinjaman yang agresif mengingat ruang likuiditas yang sangat besar.

Terakhir, BBNI dinilai akan membuka ruang untuk rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi.

Selain itu, sentimen dari tahun politik atau menjelang Pemilu 2024 yang hanya tinggal sebulan lagi juga turut menopang saham-saham perbankan utamanya bank jumbo.

Hal ini karena perputaran uang beredar cenderung meningkat saat menjelang Pemilu, sehingga hal ini dapat menguntungkan perbankan.

Di lain sisi, investor yang masih mengharapkan adanya fenomena January Effect juga turut mendongkrak pergerakan saham bank jumbo pada hari ini.

Secara sederhana, January Effect merupakan istilah yang merujuk pada kecenderungan pasar saham akan naik selama Januari.

Dari enam saham bank jumbo tersebut, saham BMRI dan BBRI cenderung menguat selama Januari dan probabilitasnya juga cukup besar. Selama sepuluh tahun terakhir, probabilitas penguatan BMRI mencapai 80%, dengan rata-rata kenaikan secara bulanan di Januari mencapai 2,27%.

Sedangkan BBRI, probabilitas penguatannya mencapai 70%, dengan rata-rata kenaikan sebanyak 8,48%. https://frutangjeruk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*